selamatkan anak cucu kita dengan syari'ah dan khilafah !

Tiket perjalanan wisata ke surga

Ada sebuah cerita yang menarik tentang manusia ketika dibangkitkan dari matinya.Ia marah2 ketika dibangkitkan,"sialan...siapa yang membangunkan aku ?" Dan betapa terkejutnya dia ketika dirinya sadar bahwa ternyata itu di akherat.Tapi anehnya,mata yang melotot dan wajah yang ketakutan itu berubah jadi tersenyum dan cengar-cengir.Orang2 disampingnya pada heran.Ada yang bertanya,"hei... kenapa anda malah tersenyum ? bukankah ini hari celaka kita ? terkutuklah kita karena ternyata Tuhan itu ada dan akhirat itu benar."
"ups ..sory lah yaw ! aku dulu... kelihatannya beriman kok.Ya...untuk jaga2 kalau ternyata cerita tentang Tuhan itu benar.he..he..he..ternyata benar kan ?
"Lho ! anda itu sama dengan kami...apa belum baca tulisan disana?.
Ia baru sadar ternyata dirinya dikelompokkan bersama lainnya ditempat yang bertuliskan: ORANG-ORANG YANG TIDAK IMAN TUHAN DAN AKHIRAT.Dan akhirnya wajah orang itu berubah seperti raut muka orang2 disekitarnya.
Nah,pembaca sekalian,itu hanyalah cerita.salah satu cerita yang direka untuk menakut-nakuti orang akan akhirat.Tapi yang satu ini lain.cerita ini bukan hanya untuk menakut-nakuti orang yang tidak beriman akan akhirat,melainkan menakut-nakuti orang yang beriman hanya karena untuk jaga2 kalau2 akhirat benar2 ada.Atau dengan kata lain;cerita untuk menakuti orang yang menganggap akhirat itu hanyalah cerita yang menakutkan.
    IMAN ITU YAKIN
ketika kita mau bermotor kerumah tetangga,kita dikasih tahu pernah ada razia polisi dijalan gang depan rumah.katanya ada yang pernah ditilang Rp 100.000,- karena tidak pakai helm standar.mendengar berita itu,kita hanya menganggapnya cerita lucu.masa di gang kecil kayak gitu aja ada razia polisi ...paling2 polisi tidur.Tapi anehnya,kemudian kita memakai helm juga.kenapa ...?? karena kita tidak mau berspekulasi dengan denda tilang."apa sih beratnya pakai helm,daripada menanggung beratnya tilang Rp 100.000,-".begitu pertimbangan kita.
   Nah,keadaan seperti ini tepat sekali untuk mengibaratkan keimanan yang spekulatif.Dengan memakai helm bukanlah bertambah kepercayaan kita,apalagi menjadi yakin.Yang terjadi hanyalah:"kita pertaruhkan enaknya nggak pakai helm untuk nggak enaknya denda 100.000 rupiah."Seandainya resiko itu hanya disemprit dan dicemberuti polisi,tentu akan lain ceritanya.Kita akan memilih menikmati semilirnya terpaan angin tanpa helm dengan resiko,paling2 cuma disemprit dan dicemberuti.lalu kita berani mengambil resiko itu.
   Dari realitas seperti ini,sangat mungkin seseorang beriman dengan model begini.Ia sebenarnya tidak yakin akan agama,tapi ia takut akan resiko tidak beriman.Ia berpikir,"apa susahnya biang beriman dan beramal ala kadarnya,daripada resiko neraka selamanya.Kalau cerita agam itu bohong,aku juga nggak rugi".begitulah kira2.Bagaimana kita mau diajak masuk surga,kalau kita sendiri kurang yakin terhadap surga?
  Pembaca yang budiman,maka menjadi penting sekali sebuah pembahasan aqidah itu,demi keimanan yang kuat dan berpengaruh.Jangan sampai seseorang memilih beragama hanya karena ikut2an,warisan,tidak dengan kesadaran atau cuma kebetulan kita beragama.beragama hanya untuk jaga2.Padahal beragama aktivitas pilihan kita.Pilihan dengan kesadaran,sepenuh hati dan dengan pertimbangan2.Dan yang pasti beragama merupakan fitrah manusia yang merupakan salah satu dari naluri yang kita miliki.
  Pembaca yang budiman,ingin tahu tiket kesurga ? tunggu kelanjutannya . . .